Tentang Bali Natural Pools
Bali Natural Pools merancang dan membangun kolam renang tanpa klorin di seluruh pulau. Bukan kolam dengan bahan kimia yang lebih sedikit — melainkan kolam tanpa bahan kimia sama sekali, dibersihkan oleh zona regenerasi bertanaman dan hamparan batu bergradasi, bukan oleh sistem pemberi dosis.
Kami memulai ini karena kolam standar di Bali sebenarnya kurang masuk akal untuk tempat ini. Ia diisi air olahan di pulau yang akuifernya sedang tertekan, dikuras dan diisi ulang secara berkala, dan air yang keluar darinya masuk ke saluran pembuangan serta sungai yang akhirnya bermuara ke laut. Ada cara membangun yang lebih baik — dan kebetulan cara itu juga lebih indah.
Kenalan dengan Ilham
Ilham telah menghabiskan lebih dari delapan belas tahun membangun dan menjalankan operasional di Indonesia.
Ia bergabung dengan KidZania Jakarta pada 2007 dan menapak karier selama satu dekade hingga menjadi Chief Operating Officer — COO termuda di seluruh jaringan KidZania. Ia kemudian memimpin AMPED Trampoline Park sebagai General Manager, lalu pindah ke Bali sebagai Chief Operating Officer The Keranjang, tempat ia membangun taman rekreasi dan unit ritelnya dari nol, menyusun seluruh prosedur operasionalnya, serta menutup lima kemitraan sponsor besar dalam enam bulan pertama.
Sejak 2020 ia bekerja sebagai konsultan operasional dan manajemen di Bali, mendampingi bisnis di bidang konstruksi, acara, dan ritel. Pekerjaan itu sebagian besar menyangkut bagian yang tidak glamor: memastikan sesuatu benar-benar selesai, tepat waktu, sesuai standar yang dijanjikan. Itu persis disiplin yang dibutuhkan sebuah proyek kolam.
Ia meraih gelar Master of Tourism dari Institut Pariwisata Trisakti dan Master of Management dari Universitas Persada Indonesia YAI, serta bekerja dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.
Anda bisa menemuinya di LinkedIn.
Ilham juga sangat peduli pada lingkungan Bali, khususnya soal air. Akuifer air tawar Bali tersedot lebih cepat daripada kemampuannya mengisi ulang, dan pariwisata mengambil porsi yang tidak proporsional dari sisa yang ada. Ia melihat kolam alami sebagai salah satu jawaban praktis yang benar-benar bisa dibangun — kolam yang menahan airnya alih-alih membuangnya, dan yang — bila kondisi lahan memungkinkan — mengembalikan air hujan ke dalam tanah lewat sumur resapan, bukan mengalirkannya keluar dari properti. Membangun dengan indah dan membangun dengan bertanggung jawab bukanlah dua hal yang bertentangan di sini. Keduanya adalah keputusan yang sama.
Cara kami bekerja
Setiap kolam dimulai dengan konsultasi desain gratis. Kami melihat lahan Anda, pemandangannya, dan anggaran Anda, lalu mengatakan sejujurnya apakah kolam alami cocok untuk ruang itu — termasuk ketika jawabannya tidak. Kolam alami membutuhkan sekitar 30–50% area lebih luas daripada permukaan berenangnya saja, dan di lahan sempit itulah faktor penentunya.
Jika memang cocok, Anda mendapat sketsa atau konsep desain beserta perkiraan biaya, tanpa kewajiban apa pun.
1% untuk Bali
Satu persen dari pendapatan setiap kolam kami sumbangkan ke yayasan di Bali pilihan Anda. Pulau ini memberi bisnis kami air, tanamannya, dan para perajinnya. Memberi kembali adalah hal paling minimal yang pantas kami lakukan.
Lihat organisasi yang kami sarankan — pembersihan sungai, resapan air tanah, sistem sampah desa, dan restorasi terumbu — atau usulkan pilihan Anda sendiri.