← Semua tanya jawab

Apa bedanya kolam alami dan kolam klorin?

Yang satu membunuh; yang lain menghilangkan makanannya. Kolam klorin mensterilkan air secara kimiawi. Kolam alami menggunakan zona regenerasi bertanaman dan hamparan batu untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga dan bakteri agar bisa tumbuh.

Cara airnya dibersihkan. Klorin adalah biosida — ia membunuh organisme di dalam air dan harus terus ditambahkan karena sinar matahari dan perenang menghabiskannya. Kolam alami justru mengambil nutrisinya. Tanaman dan mikroba yang hidup di batu menyerap nitrogen dan fosfor yang seharusnya menjadi makanan alga, sehingga tidak ada yang bisa tumbuh.

Bagaimana rasanya. Mata tidak perih, tidak ada bau kimia, baju renang tidak memudar, dan kulit tidak kering sesudahnya. Ini perbedaan yang orang rasakan dalam tiga puluh detik pertama.

Biaya operasionalnya. Tidak ada pembelian klorin, asam, atau stabilizer, selamanya. Tidak ada pengurasan dan pengisian ulang tahunan. Sebagai gantinya, zona bertanaman butuh perhatian musiman — lebih mirip berkebun daripada kimia.

Apa yang dibutuhkan dari lahan Anda. Inilah kompromi sesungguhnya. Kolam alami memerlukan sekitar 30–50% area lebih luas daripada permukaan berenangnya saja, karena zona regenerasi harus ditempatkan di suatu tempat. Di lahan sempit, itulah faktor penentunya.

Tampilannya. Kolam klorin terlihat seperti kolam. Kolam alami bisa tampil apa saja, dari mata air bertanaman yang liar sampai persegi panjang gelap yang tegas — penyaringannya bisa menyatu atau disembunyikan sepenuhnya.

Yang tetap sama. Keduanya butuh sirkulasi, keduanya butuh perawatan, dan keduanya adalah genangan air yang menuntut pengawasan yang sama ketat terhadap anak-anak.

Panduan visual kami menjelaskan sistem dua zona ini secara rinci.

Konsultasi online gratis 30 menit

Sedang mempertimbangkan kolam alami?

Pesan konsultasi online gratis 30 menit dan kita bahas bersama apa yang cocok untuk lahan Anda.

Pesan konsultasi desain gratis!