← Semua tanya jawab

Apakah kolam bebas klorin lebih baik untuk kulit?

Kebanyakan orang merasakannya jauh lebih lembut. Tidak ada klorin yang mengikis minyak alami kulit dan rambut, mata tidak perih, dan tidak ada bau kimia sesudahnya. Bagi pemilik kulit sensitif, perbedaannya biasanya terasa sejak berenang pertama kali.

Penyebab iritasi di kolam konvensional sebenarnya bukan klorinnya sendiri, melainkan produk sampingannya. Ketika klorin bereaksi dengan keringat, tabir surya, sel kulit, dan bahan organik lain, terbentuklah senyawa bernama kloramin. Itulah yang menghasilkan bau kolam yang tajam, mata merah, dan kulit yang terasa kering dan tertarik sesudahnya — bau kimia yang menyengat di sekitar kolam justru pertanda kloramin lebih banyak, bukan sanitasi yang lebih baik.

Kolam alami tidak memiliki satu pun dari itu, karena tidak ada klorin yang bisa bereaksi dengan apa pun. Airnya seimbang secara biologis, bukan disterilkan secara kimia, dan terasa lembut di kulit seperti air danau atau mata air.

Bagi kebanyakan perenang, ini soal kenyamanan, bukan soal medis. Bagi mereka yang memiliki eksem, psoriasis, atau kulit sensitif, dan bagi yang saluran pernapasannya terganggu di kolam berklorin, inilah yang sering kali membuat mereka mencari kolam alami sejak awal.

Kami perlu berhati-hati di sini: kami merancang kolam, kami bukan tenaga medis, dan kami tidak akan mengklaim kolam alami mengobati kondisi apa pun. Jika Anda memiliki kondisi kulit atau pernapasan tertentu, dokter Anda adalah pihak yang tepat untuk ditanya.

Yang bisa kami katakan dengan pasti: berenang di air yang tidak mengandung klorin, asam, maupun stabilizer menghilangkan satu kategori iritan sepenuhnya. Jawaban kami soal keamanan membahas anak-anak dan hewan peliharaan secara khusus.

Konsultasi online gratis 30 menit

Sedang mempertimbangkan kolam alami?

Pesan konsultasi online gratis 30 menit dan kita bahas bersama apa yang cocok untuk lahan Anda.

Pesan konsultasi desain gratis!