The Oasis
Membangkitkan suasana halaman Maroko dan mata air gurun, ditafsirkan ulang untuk Bali yang tropis. Elemen lengkung, plester bertekstur, dan tanaman berlapis. Bayangkan nuansa merah muda pucat, pasir, dan terakota.
Idenya
The Oasis menggeser palet warnanya sepenuhnya menjauh dari hijau dan biru. Plester berkapur hangat, ceruk dan bukaan melengkung, nuansa terakota dan pasir, serta tanaman yang ditata berlapis dalam pot dan bedeng, bukan sebagai satu tepian bertanaman. Ini desain halaman dalam — tertutup, menghadap ke dalam, dibangun untuk keteduhan dan privasi, bukan untuk pemandangan.
Air berada di tengah sebagai satu-satunya hal yang sejuk di ruang yang hangat. Kontras itulah inti seluruh desainnya.
Di mana penyaringannya berada
Halaman tertutup cocok dengan zona regenerasi ringkas yang menyatu sebagai bak tanaman yang ditinggikan — biasanya di sepanjang satu dinding, setinggi tempat duduk, sehingga terbaca sebagai bedeng taman yang kebetulan berisi air. Meninggikannya juga membawa tanaman ke ketinggian mata, dan itu sangat membantu di ruang yang tidak luas.
Cocok di mana
Kompleks bertembok, lahan perkotaan di Seminyak atau Umalas, dan renovasi di mana kolam harus muat di dalam batas yang sudah ada. Ini konsep yang paling mudah dikonversi — kolam klorin persegi yang sudah ada di halaman dalam adalah titik awal yang sangat masuk akal.
Yang perlu diketahui
Halaman tertutup lebih hangat dan sirkulasi udaranya lebih terbatas dibandingkan lahan terbuka, dan itu memengaruhi suhu air sekaligus performa tanaman. Mendapatkan cahaya yang cukup untuk zona regenerasi biasanya menjadi kendala utamanya — halaman yang nyaman bagi manusia bisa jadi ruang yang sulit bagi tanaman. Orientasi lebih menentukan di sini dibandingkan desain lain mana pun dalam koleksi ini.